Powered By Blogger

Thursday, October 25, 2012

Pembelian


Proses Keputusan Membeli
Keputusan seorang pembeli juga dipengaruhi oleh ciri-ciri kepribadiannya, termasuk usia, pekerjaan, keadaan ekonomi. Perilaku konsumen akan menentukan proses pengambilan keputusan dalam melakukan pembelian.
Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
1. Pengenalan Masalah
Merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
2. Pencarian informasi.
Seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi. Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
3. Evaluasi Alternatif
Konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya.
4. Keputusan Pembeli
Setelah konsumen mempunyai evaluasi alternatif maka konsumen akan membuat keputusan untuk membeli. Penilaian keputusan menyebabkan konsumen membentuk pilihan merek di antara beberapa merek yang tersedia.
5. Evaluasi Pasca Pembalian
Merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan terhadap produk tersebut di masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen di masa depan.
Memilih Alternatif Terbaik
Di dalam pengambilan keputusan, pengambil keputusan harus memilih salah satu alternatif di antara banyak alternatif. Pemilihan dapat dilakukan berdasarkan pada kriteria tertentu, kompromi, atau tekanan. Memang harus diakui ada hasil keputusan yang memuaskan semua pihak tetapi ada juga yang merugikan pihak lain.
Memilih Sumber-sumber Pembelian
Pencarian informasi dapat bersifat aktif atau pasif, internal atau eksternal, pencarian informasi yang bersifat aktif dapat berupa kunjungan terhadap beberapa toko untuk membuat perbandingan harga dan kualitas produk, sedangkan pencarian informasi pasif hanya dengan membaca iklan di majalah atau surat kabar tanpa mempunyai tujuan khusus tentang gambaran produk yang diinginkan.Pencarian informasi internal tentang sumber – sumber pembelian dapat berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari komunikasi perorangan dan pengaruh perorangan yang terutama berasal dari pelopor opini, sedangkan informasi eksternal berasal dari media masa dan sumber informasi dari kegiatan pemasaran perusahaan.
• Sumber pribadi : keluarga, teman, tetangga, kenalan.
• Sumber komersial : Iklan, wiraniaga, agen, kemasan, pajangan.
• Sumber publik : media massa, organisasi penilai konsumen.
• Sumber pengalaman : penanganan, pemeriksaan dan menggunakan produk.

Sumber:  www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/

Evaluasi Alternatif Sebelum Pembelian


Kriteria Evaluasi
Menurut Kotler, (2005), kriteria evaluasi, salah satu aktivitas dalam proses pengambilan keputusan konsumen, memegang peranan penting dalam memprediksi perilaku pembelian konsumen. Saat konsumen melakukan aktivitas ini, mereka sedang mempertimbangkan atribut-atribut yang terdapat pada satu produk dan menilai atribut mana yang lebih penting untuknya yang ia gunakan sebagai dasar keputusan memilih produk
Penentuan Alternatif Pilihan
Kriteria Evaluasi
Kriteria evaluasi berisi dimensi atau atribut tertentu yang digunakan dalam menilai alternatif-alternatif pilihan. Kriteria alternatif dapat muncul dalam berbagai bentuk, misalnya dalam membeli mobil seorang konsumen mungkin mempertimbangkan criteria, keselamatan, kenyamana, harga, merek, negara asal (country of origin) dan juga spek hedonik seperti gengsi, kebahagiaan, kesenangan dan sebagainya. Beberapa criteria eveluasi yang umum adalah:
1. Harga
Harga menentukan pemilihan alternatif. Konsumen cenderung akan memiliha harga yang murahuntuk suatu produk yang ia tahu spesifikasinya. Namun jika konsumen tidak bisa mengevaluasi kualitas produk maka harga merupakan indicator kualitas. Oleh karena itu strategi harga hendaknya disesuaikan dengan karakteristik produk.
2. Nama Merek
Merek terbukti menjadi determinan penting dalam pembelian obat. Nampaknya merek merupakan penganti dari mutu dan spesifikasi produk. Ketika konsumen sulit menilai criteria kualitas produk, kepercayaan pada merek lama yang sudah memiliki reputasi baik dapat mengurangi resiko kesalahan dalam pembelian.
3. Negara asal
Negara dimana suatu produk dihasilkan menjadi pertimbangan penting dikalangan konsumen. negara asal sering mencitrakan kualitas produk. Konsumen mungkin sudah tidak meraguakan lagi kualitas produk elektronik dari Jepan. Sementara, untuk jam tangan nampaknya jam tangan buatan Swiss meruapak produk yang handal tak teragukan.
4. Saliensi kriteria evaluasi
Konsep saliensi mencerminkan ide bahwa criteria evluasi kerap berbeda pengaruhnya untuk konsumen yang berbeda dan juga produk yang berbeda. Pada suatu produk mungkin seorang konsumen mempertimbangkan bahwa harga adalah hal yang penting, tetapi tidak untuk produk yang lain. Atribut yang mencook (salient) yang benar-benar mempengaruhi proses evaluasi disebut sebagai atribut determinan.

Proses Pengambilan Keputusan Pada Konsumen

            Setelah konsumen menerima pengaruh dalam kehidupannya maka mereka sampai pada keputusan membeli atau menolak produk. Pemasar dianggap berhasil kalau pengaruh-pengaruh yang diberikannya menghasilkan pembelian dan atau dikonsumsi oleh konsumen. Keputusan konsumen, tingkatan-tingkatan dalam pengambilan keputusan, serta pengambilan keputusan dari sudut pandang yang berbeda bukan hanya untuk menyangkut keputusan untuk membeli, melainkan untuk disimpan dan dimiliki oleh konsumen.

Konsep Keputusan

            Keputusan adalah suatu pemilihan tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Bila seseorang dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli dan tidak membeli tapi memilih membeli, maka dia ada dalam posisi membuat keputusan. Semua orang mengambil keputusan setiap hari dalam hidupnya tanpa disadari. Dalam proses pengambilan keputusan, konsumen harus melakukan pemecahan masalah dalam kebutuhan yang dirasakan dan keinginannya untuk memenuhi kebutuhan dengan konsumsi produk atau jasa yang sesuai.



Berikut merupakan aspek-aspek pemilihan keputusan:
* Produk yang murah >> Produk yang lebih mahal
* Pembelian yang sering >> Pembelian yang jarang
* Keterlibatan rendah >> Keterlibatan tinggi
* Kelas produk dan merek kurang terkenal >> Kelas produk dan merek terkenal
* Pembelian dengan pertimbangan dan >> Pembelian dengan pertimbangan
* pencarian yang kurang matang dan pencarian intensif

Analisis Pengambilan Keputusan oleh Konsumen
            Ada empat sudut pandang dalam menganalisis pengambilan keputusan konsumen, yaitu :

1. Sudut Pandang Ekonomis
Konsumen sebagai orang yang membuat keputusan secara rasional, yang mengetahuisemua alternative produk yang tersedia dan harus mampu membuat peringkat dari setiap alternative yang ditentukan dipertimbangkan dari kegunaan dan kerugiannya serta harus dapat mengidentifikasikan satu alternatif yang terbaik, disebut economic-man.

2.Sudut Pandang Kognitif
Konsumen sebagai cognitive man atau sebagai problem solver. Kosumen merupakan pengolah informasi yang selalu mencari dan mengevaluasi informasi tentang produk dan gerai. Pengolah informasi selalu berujung pada pembentukan pilihan, terjadi inisiatif untuk membeli atau menolak produk. Cognitive man berdiri di antara economic man dan passive man, seringkali cognitive man punya pola respon terhadap informasi yang berlebihan dan seringkali mengambil jalan pintas, untuk memenuhi pengambilan keputusannya (heuristic) pada keputusan yang memuaskan.

3. Sudut Pandang Emosianal
Menekankan emosi sebagai pendorong utama, sehingga konsumen membeli suatu produk. Favoritisme buktinya seseorang berusaha mendapatkan produk favoritnya, apapun yang terjadi. Benda-benda yang menimbulkan kenangan juga dibeli berdasarkan emosi.

TIGA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PILIHAN KONSUMEN

1. Konsumen Individu
Pilihan merek dipengaruhi oleh kebutuhan konsumen, persepsi atas karakteristik merek, dan sikap ke arah pilihan. Sebagai tambahan, pilihan merek dipengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia.

2. Pengaruh Lingkungan
Lingkungan pembelian konsumen ditunjukkan oleh budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan), kelas sosial (keluasan grup sosial ekonomi atas harta milik konsumen), grup tata muka (teman, anggota keluarga, dan grup referensi) dan faktor menentukan yang situasional (situasi dimana produk dibeli seperti keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha).

3. Marketing strategy
Merupakan variabel dimana pemasar mengendalikan usahanya dalam memberitahu dan mempengaruhi konsumen. Variabel-variabelnya adalah barang, harga, periklanan dan distribusi yang mendorong konsumen dalam proses pengambilan keputusan. Pemasar harus mengumpulkan informasi dari konsumen untuk evaluasi kesempatan utama pemasaran dalam pengembangan pemasaran. Kebutuhan ini digambarkan dengan garis panah dua arah antara strategi pemasaran dan keputusan konsumen dalam gambar 1.1 penelitian pemasaran memberikan informasi kepada organisasi pemasaran mengenai kebutuhan konsumen, persepsi tentang karakteristik merek, dan sikap terhadap pilihan merek. Strategi pemasaran kemudian dikembangkan dan diarahkan kepada konsumen.


Sumber: www.bappenas.go.id/get-file-server/node/8567/

Proses Pengambilan Keputusan


A. Pengenalan masalah (Problem Recognition)
            Proses pengambilan keputusan konsumen dimulai dengan mengenali adanya masalah. Mengenali adanya masalah merupakan langkah penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen. Masalah konsumen ialah perbedaan antara keadaan yang ada (apa yang dipersepsikan oleh konsumen sebagai yang telah ada sekarang) dengan satu keadaan yang diinginkan (apa yang diinginkan oleh konsumen). Keadaan yang diinginkan dan keadaan yang ada kedua-duanya dipengaruhi oleh gaya hidup konsumen dan situasi yang berlangsung sekarang, Jika perbedaan antara kedua keadaan dirasakan cukup besar dan penting, maka konsumen mulai mencari jawaban terhadap masalahnya.
            Sejumlah faktor dapat mempengaruhi pengenalan masalah. Keadaan yang diinginkan biasanya dipengaruhi oleh: (1) kebudayaan/golongan sosial, (2) kelompok-kelompok acuan, (3) ciri-ciri keluarga, (4) status/harapan finansial, (5) keputusan-keputusan yang diambil sebelumnya, (6) perkembangan individual, (7) situasi-situasi yang berlangsung sekarang.

B. Pencarian Informasi (Information Search)
            Langkah kedua dalam proses pengambilan keputusan konsumen ialah pencarian informasi. Konsumen dapat melakukan pencarian informasi yang ekstensif internal dan eksternal, pencarian internal dan eksternal yang terbatas, atau hanya pencarian internal. Informasi dapat dicari tentang: (1) Kriteria penilaian yang sesuai untuk pemecahan masalah, (2) Adanya berbagai macam alternatif pemecahan masalah, (3) Unjuk-kerja dari setiap pemecahan alternatif terhadap setiap kriteria evaluasi merupakan langkah terakhir.

 Sumber-sumber eksternal:
1. Sumber-sumber pribadi seperti teman, kenalan, dan keluarga
2. Sumber-sumber bebas seperti kelompok-kelompok konsumen, profesional bayaran, dan badan-badan pemerintahan
3. Sumber-sumber pemasaran seoerti karyawan penjualan dan iklan
4. Sumber-sumber pengalaman langsung (experiential sources) seperti pencobaan langsung dengan produk atau pengkajian langsung dari produk

C. Penilaian dan Seleksi dari Alternatif
            Selama dan setelah konsumen mengumpulkan informasi tentang jawaban-jawaban alternatif terhadap satu masalah yang dikenali, mereka menilai alternatif-alternatif dan menyeleksi tindakan yang tampaknya paling baik untuk memecahkan masalahnya.
Lima aturan keputusan yang pada umumnya digunakan, yaitu:
a. Konjunktif, produk harus memenuhi nilai minimal dari seluruh kriteria penilaian
b. Disjunktif, produk harus memenuhi nilai minimal yang cukuo tinggi untuk salah satu kriteria dari kriteria penilaian yang digunakan
c. Eliminasi berdasarkan aspek, produk harus memenuhi semua kriteria yang digunakan pada tingkat yang dapat diterima
d. Leksikografis, kriteria penilaian disusun berdasarkan prioritas kepentingannya, dari kriteria yang paling penting ke kriteria yang paling kurang penting
e. Kompensatoris, kriteria penilaian memiliki nilai kepentingan yang berbeda-beda. Produk dapat rendah nilainya untuk kriteria yang satu, tetapi dapat memperoleh nilai tinggi pada kriteria yang lain

 D. Seleksi Saluran Distribusi dan Pelaksanaan Keputusan
            Kebanyakan produk konsumen diperoleh melalui salah satu bentuk saluran distribusi atau penyalur eceran. Dengan demikian, konsumen juga harus menyeleksi saluran distribusi sebagaimana mereka harus menyeleksi produl. Keputusan untuk ini dapat dilakukan dengan tiga cara: (1) Secara simultan, bersama-sama, (2) produk dulu, penyalur kemudian, (3) penyalur dulu, produk kemudian.

E. Proses Pasca Pembelian
            Setelah melakukan pembelian, beberapa konsumen mengalami kesangsian atau kecemasan tentang kebijakan pembeliannya. Gejala ini dikenal sebagai pertentangan pasca-pembelian (Postpurchase dissonance). Pada umumnya terjadi antara (1) antara individu-induvidu dengan kecendrungan mengalami kecemasan, (2) setelah satu pembelian yang tidak dapat ditiadakan, (3) jika penting bagi konsumen, dan (4) jika melibatkan pilihan yang sulit antara dua atau lebih alternatif.


Sumber :
Munandar, A.S. 2008. "Psikologi Industri dan organisasi". Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta

Monday, October 8, 2012

Penjualan Mobil Cetak Rekor Tertinggi



            Pada Juli 2012, penjualan mobil di dalam negri mencetak sejarah, yakni mencapai 103.219 unit. Penjualan tertinggi sebelumnya terjadi pada Juni lalu, sebanyak 101.743 unit. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), peningkatan penjualan terjadi pada hampir semua merek mobil, terutama mobil-mobil yang  berasal dari Jepang. Dengan tiga peringkat tertinggi yaitu Toyota, Daihatsu dan Suzuki. 

Untuk periode Januari-Juli 2012, penjualan mobil di tingkat distributor (wholesale) sudah mencapai 638.264. Angka tersebut naik 26% dibandingkan dengan tahun lalu. Sedangkan target penjualan pada 2012 kini diturunkan menjadi 875 ribu unit, atau lebih kecil dari target semula karena ada peraturan kenaikan uang muka (downpayment) untuk meminimalisir angka kemacetan di Jakarta. Sementara itu, pemerintah diminta untuk membangun transportasi umum masal yang aman dan nyaman, agar sebagian pemilik kendaraan pribadi beralih menggunakan kendaraan umum. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi kemacetan di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia.


            Ketua Gaikindo Sudirman Maman Rusdi menjelaskan, tingginya penjualan mobil Juli lalu terutama karena ada momentum Lebaran. "Penjualan pada Juni dan Juli jauh lebih besar dibandingkan rata-rata lima bulan pertama 2012. Pada Juli 2012, Toyota membukukan penjualan tertinggi sebanyak 36.353 unit, disusul Daihatsu 13.444 unit dan Suzuki 13.233 unit. Permintaan menjelang Lebaran biasanya naik 10-15% dari bulan-bulan biasa, terutama untuk mobil penumpang.

 Tingginya penjualan Daihatsu terutama juga karena momentum Lebaran. Menurut Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor, Xenia masih menjadi kontributor terbesar penjualan kami. Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM) Johnny Darmawan menuturkan, permintaan Toyota Avanza juga meningkat mendekati masa mudik Lebaran tahun ini. Avanza ini masuk segmen multipurpose vehicle (MPV). 

Director PT Honda Prospect Motor, Jonfis Fandy juga mengatakan, bulan lalu, mobil yang menjadi tulang punggung penjualan Toyota itu terjual 17.264 unit, naik 1,19% dibandingkan bulan sebelumnya 17.061 unit. 

Marketing & Aftersales Service mengatakan, Honda mencetak rekor penjualan tertinggi sepanjang tahun 2012 pada Juli lalu, yaitu sebanyak 7.486 unit. Saat ini, Honda Freed, Honda Jazz, dan Honda CR-V menjadi penyumbang utama penjualan Honda. 

Honda Jazz menjadi penyokong penjualan terbesar pada Juli lalu sebanyak 3.289 unit, disusul Honda Freed 1.899 unit, dan New Honda CR-V 1.143 unit. Pengaruh DP (downpayment) diperkirakan kemungkinan baru terlihat pada September nanti, karena penjualan Agustus ini juga masih akan terpengaruh momen Lebaran.


         
         Gaikindo kini merevisi target penjualan mobil 2012 menjadi 875 ribu unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan penjualan tahun lalu sebanyak 894 ribu unit.

"Dampak yang menurunkan penjualan sudah mulai terasa pada segmen menengah ke bawah. Setelah Lebaran diprediksi penjualan mobil turun. 

Johnny Darmawan yang juga ketua Gaikindo mengatakan sebelumnya, jika tidak ada kebijakan yang merugikan industri otomotif, target semula penjualan mobil tahun ini sebanyak 1 juta unit bisa tercapai. Berdasarkan peraturan Bank Indonesia (BI) untuk kredit otomotif dari bank umum, pembeli wajib menyediakan uang muka minimal 30% untuk mobil keperluan nonproduktif dan 20% untuk yang produktif. Sedangkan ketentuan menteri keuangan mematok uang muka minimal 25% untuk pembiayaan mobil dari perusahaan multifinance.

 Ketua Gaikindo Jongkie. D. Sugiharto memperkirakan, kebijakan menaikkan DP minimal mengganggu penjualan dalam jangka panjang, khususnya untuk mobil yang harganya di bawah Rp 200 juta. Segmen ini pangsa pasarnya mencapai lebih dari 50% penjualan mobil nasional, sangat sensitif terhadap perubahan DP, dan umumnya pembelian dengan cara kredit. 

Berdasarkan data sementara Gaikindo, pada Januari-Juli 2012, TAM dengan andalan mobil Toyota masih merajai pasar mobil karena mampu menjual 238.584 unit, naik dibanding periode sama 2011 sebanyak 182.432 unit. Toyota menguasai 37,4% pangsa pasar mobil nasional.

 Pada posisi kedua, ADM berhasil menjual 94.314 mobil atau berkontribusi 14,8% terhadap total penjualan mobil di Tanah Air. "Sejauh ini, kami masih on track dan diharapkan target penjualan 145 ribu unit tahun 2012 tercapai", kata Sudirman. 

Sementara itu, lonjakan jumlah kendaraan pribadi dinilai menjadi penyebab utama kemacetan lalu lintas di Jakarta dan kota besar lain di Indonesia. Tahun lalu, penjualan kendaraan bermotor roda empat mencapai 894.164 unit, dengan kontribusi mobil penumpang pribadi di atas 500 nbu unit. Sebelum ada ketentuan DP yang baru, penjualan mobil 2012 diproyeksikan menembus 1 juta unit dan sepeda motor 9 juta unit.

 Di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, jumlah mobil pribadi diperkirakan 2,7 juta unit dan sepeda motor menembus 10 juta unit Jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat ini membuat kemacetan di Jakarta sulit diatasi.

 Namun, jika ada transportasi umum masal yang aman dan nyaman, sebagian pemilik kendaraan pribadi akan beralih ke kendaraan umum. Saat ini, jumlah kendaraan umum hanya sekitar 2% dari total kendaraan bermotor, namun harus mengangkut 60% penduduk yang melakukan perjalanan. 

"Transportasi umum yang layak akan menarik masyarakat pindah dan perlahan meninggalkan mobil pribadi dan sepeda motor", kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno.

 Pemerintah di harapkan untuk segera menindak lanjuti permasalahan ini, agar kemacetan di jakarta dapat segera teratasi.
 
 
http://www.kemenperin.go.id/artikel/4020/Penjualan-Mobil-Cetak-Rekor-Tertinggi

Sunday, November 6, 2011

ARTI LAMBANG KOPERASI


1.       PERISAI    :  Upaya keras yang ditempuh secara terus menerus. Hanya orang yang pekerja
keras yang bisa menjadi calon Anggota dengan memenuhi beberapa persyaratannya.

2.       RANTAI (di sebelah kiri) : Ikatan kekeluargaan, persatuan dan persahabatan yang kokoh. Bahwa anggota sebuah Koperasi adalah Pemilik Koperasi tersebut, maka semua Anggota menjadi bersahabat, bersatu dalam kekeluargaan, dan yang mengikat sesama anggota adalah hukum yang dirancang sebagai Anggaran Dasar (AD) / Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi. Dengan bersama-sama bersepakat mentaati AD/ART, maka Padi dan Kapas akan mudah diperoleh.

3.       KAPAS DAN PADI (disebelah kanan) : Kemakmuran anggota koperasi secara khusus dan rakyat secara umum yang diusahakan oleh koperasi. Kapas sebagai bahan dasar sandang (pakaian), dan Padi sebagai bahan dasar pangan (makanan). Mayoritas sudah disebut makmur-sejahtera jika cukup sandang dan pangan.

4.       TIMBANGAN     : Keadilan sosial sebagai salah satu dasar koperasi. Biasanya menjadi simbol hukum. Semua Anggota koperasi harus adil dan seimbang antara "Rantai" dan "Padi-Kapas", antara "Kewajiban" dan "Hak". Dan yang menyeimbangkan itu adalah Bintang dalam Perisai.

5.       BINTANG    : Dalam perisai yang dimaksud adalah pancasila, merupakan landasan ideal koperasi. Bahwa Anggota Koperasi yang baik adalah yang mengindahkan nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan, yang mendengarkan suara hatinya. Perisai bisa berarti "tubuh", dan Bintang bisa diartikan "Hati".

6.       POHON BERINGIN : Simbol kehidupan, sebagaimana pohon dalam Gunungan wayang yang dirancang oleh Sunan Kalijaga. Dahan pohon disebut kayu (dari bahasa Arab "Hayyu"/kehidupan). Timbangan dan Bintang dalam Perisai menjadi nilai hidup yang harus dijunjung tinggi.

7.       KOPERASI INDONESIA   : Koperasi yang dimaksud adalah koperasi rakyat Indonesia, bukan Koperasi negara lain. Tata-kelola dan tata-kuasa perkoperasian di luar negeri juga baik, namun sebagai Bangsa Indonesia harus punya tata-nilai sendiri.

8.       WARNA MERAH-PUTIH : Warna merah dan putih yang menjadi background logo menggambarkan sifat nasional Indonesia.

Sumber : Wikipedia.org

WIRAUSAHAAN KOPERASI


Wirausaha koperasi adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam inovasi atau mendapatkan strategi bagi pengembangan koperasi dan bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan wirausaha yang memiliki beberapa kegiatan seperti pembuatan prasarana-prasarana dan pencarian sumber pembelian baru.

Seorang wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis dan seorang wirausahaan mempunyai tekad,kerja keras,kemampuan dalam mengambil resiko dan memiliki jiwa pemimpin.

Tugas wirausaha koperasi itu menciptakan inovasi-inovasi yang menguntungkan. Pada dasarnya para wirausaha koperasi mempunyai tugas yang sama yaitu mencari perubahan dan memanfaatkannya sebagai peluang, tugas wirausaha koperasi yang utama adalah menciptakan inovasi yang dapat memberikan perubahan yang positif dalam organisasi usaha.

PENGERTIAN DAN UNDANG-UNDANG KOPERASI


Pengertian koperasi secara umum :

Koperasi adalah organisai bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-orang / masyarakat demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan bedasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Pengertian dan prinsip – prinsip koperasi menurut UU No. 25 tahun 1992:

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas azaz kekeluargaan.


Prinsip – prinsip :

1.    Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka yang berarti keanggotaan yg mau membangun perekonomian nasional atau masyarakat untuk dapat berpartisipasi dengan sukarela dan terbuka dalam keanggotaan di koperasi.
2.    Pengelolahan dilakukan secara demokratis yang berarti pengelolahan yang dilakukan untuk kepentingan rakyat yang membutuhkan bantuan.
3.    Sisa hasil usaha (SHU) yang merupakan keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh koperasi dibagi berdasarkan besarnya jasa masing-masing anggota. Membagi hasil SHU ke rakyat secara merata dan untuk mendapatkan modal kembali untuk pengelolaan koperasi.
4.    Modal diberi jasa secara terbatas
5.    Kemandirian tanpa ada campurtangan pemerintah dalam pengolahan koperasi.
6.    Pendidikan perkoperasian mengadakan pelatihan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk pengelolaan koperasi yang baik.
7.    Kerjasama antara koperasi saling menyampaikan asparasi dan pendapat apabila mengalami kendala dan penambahan modal.

Sumber : wikipedia.org